Thumbnail Perjalanan Magang MSIB Batch 6 sebagai Frontend Developer

Perjalanan Magang MSIB Batch 6 sebagai Frontend Developer

Puji syukur bisa mendapatkan pengalaman MSIB pada batch ke 6. Program ini bukan cuma tentang memenuhi SKS, tapi jadi tempat belajar gue memahami dunia kerja, khususnya sebagai Frontend Developer.

  • #cerita
  • #pengalaman
  • #pengalaman-magang
  • #2-journey

Yappii

Yappii

Muhammad Naufal Yafi'



Kampus gue mewajibkan buat magang di semester 6, bisa magang mandiri bisa juga ikut program MSIB.

Apa itu MSIB?

Jujur, sebelum ikut MSIB, gue mikir dunia kerja IT itu cuma soal ngoding, deploy, selesai

Ternyata… nggak sesimpel itu.

MSIB (Magang dan Studi Independen Bersertifikat) dari Kampus Merdeka ngasih gue kesempatan ngerasain langsung gimana rasanya jadi bagian dari tim industri selama satu semester penuh.

Lewat MSIB, gue akhirnya sadar:

  • Dunia kerja nggak bisa dikerjain sendirian
  • Deadline itu bukan ancaman, tapi komitmen
  • Skill teknis tanpa komunikasi cuma setengah jalan

Gue memilih jalur magang karena ingin:

  • Ngerasain langsung workflow tim IT
  • Belajar dari codebase nyata, bukan studi kasus
  • Menguji kemampuan frontend yang selama ini gue pelajari secara mandiri

Jujur aja, proses rekrutmennya cukup nguras mental. Tes skill gagal berkali-kali, hampir nyerah, eh malah dapet undangan interview di hari-hari terakhir dan diterima. Dari situ gue resmi magang sebagai Frontend Developer di Depok, Jawa Barat.

Magang sebagai Frontend Developer

Selama magang, gue berperan sebagai Frontend Developer. Awalnya sempat minder, karena harus berhadapan dengan banyak teknologi yang belum pernah gue coba, sekaligus masuk ke codebase yang ukurannya jauh lebih besar dibanding project pribadi gue. Tapi justru dari situ proses belajar yang sebenarnya dimulai.

Salah satu hal paling mendasar yang wajib dipahami seorang programmer adalah VCS (Version Control System), salah satunya Git. Git berfungsi untuk mengelola repository kode, melacak perubahan, dan menjadi alat kolaborasi antar programmer dalam satu tim. Bisa dibilang, kalau seorang programmer belum paham cara pakai Git, bakal cukup kesulitan buat kerja bareng tim. Lewat Git, komunikasi antar programmer terjadi bukan lewat chat, tapi lewat commit, branch, dan pull request.

Beberapa teknologi yang jadi daily tools gue selama magang:

  • Next.js → belajar mikir struktur aplikasi dan SEO dari awal
  • Tailwind CSS → bikin konsisten tanpa ribet maintain CSS panjang
  • Cypress → pertama kali ngerasain betapa mahalnya bug di production

Aktivitas Harian & Bug UI yang Datang Bertubi-tubi

Sebagai frontend, kerjaan gue nggak cuma slicing UI. Salah satu aktivitas yang paling sering gue temuin adalah nerima bug report dari tim UI/UX.

Biasanya isinya kurang lebih kayak gini:

  • Tampilan mobile kepotong
  • Button terlalu kecil di device tertentu
  • Layout aman di desktop, tapi berantakan di tablet
  • Spacing beda dikit dari desain Figma

Di sini gue belajar bahwa: responsive design itu bukan sekadar “muat di HP”, contohnya, button yang terlalu kecil bikin pengguna susah buat nge-klik, apalagi di layar HP. Komunikasi sama tim UI/UX itu krusial. Nanya, diskusi, dan nyamain persepsi jauh lebih penting daripada langsung defensif soal kode sendiri.

Flow kerja: meeting buat fitur yang akan dikerjain -> bikin unit test -> slicing UI -> deploy -> report dam fixing bug (kalau ada).

Tantangan Selama Magang

Tantangan terbesar bukan cuma teknis, tapi juga:

  • Adaptasi dengan standar penulisan kode
  • Membaca kode orang lain
  • Komunikasi dengan mentor dan tim

Dari MSIB Batch 6, gue belajar bahwa:

  1. Clean code itu investasi
    Kode yang rapi, konsisten, dan mudah dibaca bakal ngebantu banget ke depannya. Bukan cuma buat orang lain, tapi juga buat diri sendiri pas harus buka lagi kode lama. Di lingkungan kerja, clean code bikin proses debugging, review, dan pengembangan fitur baru jadi jauh lebih cepat.
  2. Testing bukan buang waktu
    Testing justru jadi penyelamat sebelum bug sampai ke pengguna. Dengan testing, kesalahan kecil bisa ketangkep lebih awal, jadi nggak perlu panik pas aplikasi udah di production. Gue juga belajar bahwa nulis test memang butuh waktu di awal, tapi efeknya kerasa banget di jangka panjang.
  3. Skill teknis harus seimbang dengan attitude
Foto Magang

MSIB Batch 6 jadi salah satu fase penting di perjalanan gue sebagai developer. Bukan tentang seberapa jago gue sekarang, tapi seberapa siap gue buat terus belajar, nerima feedback, dan tumbuh di dunia nyata.

Pekalongan, Jawa Tengah. 24 Oktober 2024

Disunting pada 14 Desember 2025