
Hidup Adalah Tempat untuk Membuat Cerita
Hidup selalu bergerak, dan setiap hari meninggalkan jejaknya sendiri. Ada cerita yang terasa manis, ada pula yang menggores sedikit perih. Namun semuanya tetap menjadi bagian dari perjalanan, sebuah arsip kenangan yang suatu saat nanti akan kita buka dengan senyum atau penyesalan kecil yang sudah memudar.
- #cerita
- #1-journey
- #tulisan-random

Yappii
Muhammad Naufal Yafi'
Waktu yang Terus Berjalan Tanpa Henti
Waktu itu jalan terus, nggak peduli kalau kita "leyeh - leyeh" atau lagi nyante. Yang dulu kita anggap biasa banget, tiba-tiba jadi momen yang kalau diinget sekarang malah bikin kangen. Rasanya semuanya lewat gitu aja...
Dulu main game kerasa banget asiknya ampe lupa waktu, tapi sekarang... ya main bentar, capek, terus mikir, “anjir, kok rasanya nggak kayak dulu ya?” Bukan gamenya yang berubah, tapi kita yang kebanyakan mikir dan kebanyakan tanggung jawab.
Atau momen lebaran, dulu yang ditunggu-tunggu itu uang sama baju baru. Tapi sekarang? Yang paling kita butuhin cuma ngumpul keluarga, makan bareng, ngobrol receh, dan berharap tahun depan masih bisa kumpul dengan orang yang sama, tanpa kehilangan siapapun.
Yang paling nyesek dari waktu adalah… kita nggak pernah sadar momen itu berharga sampai momen itu cuma tinggal kenangan. Kita baru ngerasa “oh, itu penting ya” pas semuanya udah berubah. Dan sayangnya, nggak ada tombol replay.

Kadang gue mikir, hidup ini bukan tentang ngejar sesuatu yang besar, tapi tentang nggak ngelewatin hal-hal kecil yang ternyata paling kita rindukan nanti.
Berubah Jadi Lebih Baik, atau Berubah Jadi Buruk
Setiap orang pasti berubah. Ada yang tumbuh, belajar dari luka, dan akhirnya lebih dewasa. Ada yang tersandung, jatuh, bahkan hancur sebentar, tapi bangkit lagi dengan langkah yang berat tapi tegap. Perubahan tidak selalu indah, tidak selalu menyenangkan, tapi itu bukti bahwa kita hidup. Bahwa waktu tidak menunggu, dan kita terus bergerak.
Tentu, ada begitu banyak hal yang kita sesali. Momen-momen ketika kita ingin memutar waktu, ketika kita berharap bisa berkata, melakukan, atau bertindak berbeda. Tapi jangan sampai pikiran itu menjerat lu, seperti sebuah rantai yang menahan:
“Andai dulu gue begini… andai gue nggak begitu…”
Kalau terus terpaku di “andai”, kita akan terjebak di masa lalu, berjalan di jalan yang sama, kehilangan kesempatan untuk menentukan arah yang sebenarnya kita mau. Rasa sesal boleh ada, tapi biarkan itu menjadi api kecil yang menuntun kita untuk berubah, bukan menjadi beban yang mengekang.

Keluarga
Keluarga gue ya... kek keluarga pada umumnya, masih banyak kekurangan, banyak hal yang harus dibenahi, masih perlu belajar buat saling mengerti. Layaknya keluarga, pasti akan ada cekcok atau debat - debat tipis.
Tiap anggota keluarga punya kelebihan masing-masing. Ibu, pintar banget ngatur keuangan rumah tangga, bikin semuanya tetap rapi dan terencana. Bapak? Rajin banget bekerja, dulu pernah lembur di pabrik sampai larut malam, dan momen yang paling gue inget ya nungguin dia pulang, haha. Adek gue… usil, jail, kadang nyebelin, tapi tetap aja gue sayang banget sama dia. Semoga kelak dia jadi orang yang lebih hebat dari kakaknya ini.
Meski nggak sempurna, keluarga tetap tempat di mana gue merasa diterima, dimengerti, dan selalu punya tempat kembali.

Pada Akhirnya, Semua Adalah Cerita
Nggak ada perjalanan yang sempurna. Tapi cerita-cerita kecil yang kita kumpulkan hari ini kelak jadi alasan kita tersenyum saat menoleh ke belakang. Hidup tidak meminta kita untuk menjadi sempurna, tapi menuntut kita tuk terus berjalan, belajar, dan menuliskan kisah yang ingin kita tinggalkan.
Sekian dan terimakasih yang udah baca sampai selesai 🙏😁.
Pekalongan, Jawa Tengah. 23 September 2024
Disunting pada 12 Desember 2025

